Mengenal Unsur Penyusun Kalimat dalam Bahasa Arab

Rangkaian kalimat dalam bahasa arab tersusun dari unsur berikut :

  1. Huruf (الحرف)
  2. Gabungan huruf-huruf menyusun sebuah Al Kalimat (الكلمة) atau kata
  3. Perpaduan beberapa Al Kalimat/kata akan membentuk suatu Jumlah (الجملة), bahasa Indonesia-nya yaitu kalimat.

Perbandingannya seperti ini :

Bahasa Indonesia
 
Bahasa Arab
Huruf Huruf
Kata Al Kalimat
Kalimat Al Jumlah

Jadi, jangan rancu dengan “Al Kalimat” dalam bahasa arab dengan “Kalimat” dalam bahasa Indonesia. Ingat :

Al Kalimat (الكلمة) = kata (dlm b. Indonesia)

Al Jumlah (الجملة) = kalimat (dlm b. Indonesia)

Mari melihat satu potongan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

الصَّلَاةُ نُورٌ

“Shalat adalah cahaya” (HR. Muslim)

Potongan hadits di atas terdiri dari huruf-huruf berikut :

ا – ل – ص – ل- ا – ة – ن – و – ر

Huruf-huruf tersebut membentuk suatu lafal sebagai berikut :

الصلاة – نور

Kedua lafal tersebut memiliki arti, yaitu “Shalat” dan “cahaya”. Inilah Al Kalimat/kata.

Kemudian kedua kata tersebut dipadukan menjadi satu susunan kalimat yang memiliki pengertian sempurna dan utuh, yaitu :

الصَّلَاةُ نُورٌ

“Shalat adalah cahaya”

Inilah Al Jumlah/kalimat.

Kesimpulan :

Huruf : Unsur penyusun suatu kata / Al Kalimat

Kata / Al Kalimat : Suatu lafal yang memiliki makna/arti

Kalimat / Al Jumlah : Susunan dua kata atau lebih yang menghasilkan makna secara utuh dan dipahami orang yang mendengarnya.

Demikian sedikit pengenalan tentang unsur penyusun kalimat dalam bahasa arab. Insya Allah akan dilanjutkan dengan perincian huruf, kata / Al Kalimat, dan kalimat / Al Jumlah.

Penyusun : Ustadz Yananto Sulaimansyah, S.T. (Mudir Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *