Keunikan (Petuah) Bahasa Arab

Coba Anda baca petuah di bawah ini :

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ كَفَّ فَكَّهُ وَفَكَّ كَفَّهُ
وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ فَكَّ فَكَّهُ وَكَفَّ كَفَّهُ
ْفَكَمْ مِنْ فَكَةِ كَفٍّ كَفَتْ فُكُوكَهُمْ
ْوَكَمْ مِنْ كَفَةِ فَكٍّ فَكَتْ كُفُوفَهُمْ
كَفُّوا فُكُوكَكُمْ وَفَكُّوا كُفُوْفَكُمْ .

Menarik tidak??

Berikut adalah artinya:

  • Sebaik-baik manusia adalah orang yang bisa menahan mulutnya (yaitu menjaga ucapannya) dan membuka tangannya (yaitu ringan tangan dan suka membantu)
  • Sejelek-jelek manusia adalah orang yang suka membuka mulutnya (yaitu tidak menjaga mulutnya) dan menahan tangannya (yaitu tidak suka menolong)
  • Betapa banyak orang yang membuka tangannya (suka menolong) menahan mulutnya (menjaga ucapannya)
  • Dan betapa banyak orang yang menahan tangannya (tidak suka menolong) membuka mulutnya (tidak menjaga ucapannya)
  • Tahanlah mulut-mulut kalian (yaitu jagalah mulut kalian) dan bukalah tangan² kalian (yaitu suka menolong)

 

EKSPLORASI :
Ini adalah keistimewaan Bahasa Arab, hanya berbekal dua huruf utama, yaitu huruf ف dan ك yang terkombinasi bisa menjadi petuah yang sarat manfaat.
Perhatikan ketika huruf ف dan ك terkombinasi :

  1. Berfungsi sebagai “fi’il” (verba)
    A. Kata كفّ bermakna منع yaitu mencegah / menahan
    B.  Kata فكّ bermakna حل وفض وأطلق yaitu melepaskan, membuka atau membebaskan
  2. Berfungsi sebagai “isim” (nomina)
    A. Kata كف atau الكف yang bentuk plural nya الكفوف، bermakna tangan, telapak tangan beserta jari jemarinya.
    B. Kata فك atau الفك yang bentuk plural nya الفكوك, bermakna rahang, tulang rahang.

 

Dinamika dan kekuatan Bahasa Arab, yang terlihat dari kekayaan “ashwat” (fonetis) dari beberapa huruf yang sama. Misalnya, huruf ك – ل – م, memiliki komposisi bervariasi yg memiliki kekuatan makna tersendiri sesuai komposisi masing-masing. Misalnya, dari tiga huruf di atas :
1. Ka-la-ma (كَلَمَ) bermakna جَرَحَ (melukai)
2. Ka-mu-la (كَمُلَ) bermakna sempurna
3. La-ka-ma (لَكَمَ) bermakna menempeleng
4. ma-ka-la (مَكَلَ) bermakna menyusut, berkurang
5. ma-la-ka (مَلَكَ) yang bermakna memiliki
Keistimewaan ini hanyalah dimiliki oleh Bahasa Arab.

Kekayaan kosakata dan sinonim (murâdif)
1. Untuk menyebutkan kata mulut, di dalam bahasa Arab bisa disebut
ثَغْر ؛ فَم ؛ فُتْحَة ؛ فُو ؛ فُوْه ؛ فُوّهَة ؛ فِيه ؛ فاه ؛ مَبْسِم؛ فك
2. Untuk menyebutkan kata tangan, bisa disebut :
إصْبَع ؛ إمْضاء ؛ تَوْقِيع ؛ حَوْز ؛ حِيَازَة ؛ دَور ؛ ضِلْع ؛ كَفّ ؛ مُسَاعَدَة ؛ يَد
3. Tahukah anda, di dalam bahasa Arab, kita bisa mendapati
# 21 kata sinonim (murâdif) utk kata cahaya
# 52 kata sinonim utk kegelapan
# 9 sinonim utk matahari
# 50 sinonim utk awan
# 64 sinonim utk hujan
# 170 sinonim utk air
# 100 sinonim utk jenggot
dan ribuan kata lainnya.

Kecermatan (diqqoh) makna pada tiap kata, walaupun kaya dengan sinonim.
Misal, untuk kata “melihat” memiliki bbrp sinonim, namun memiliki penekanan makna yang berbeda. Seperti :
# kata نظر artinya memandang/melihat
# kata رمق artinya melihat dg sedikit membelalakkan mata
# kata لحظ artinya melihat secara diam-diam, atau melirik
# kata حدج artinya melihat sepintas dengan tajam
# kata رنا artinya melihat dg lama dan terdiam
# kata حدق artinya melihat dg melotot
Dll.

Keindahan bahasa Arab inilah yang membuat para orientalis semisal Ignazio Guidi (Orientalis Italia), atau Ernest Renan (padahal dia pembenci Arab), harus mengakui bahwa keistimewaan bahasa Arab itu kosakatanya begitu bersenandung, kaya dengan tasybihât (metafor) yg begitu memukau, lafazh (redaksi) walau kaya sinonim (murôdif) yang begitu signifikan, struktur gramatikal yg ringkas dan sederhana, dan kaya akan komposisi baik dari tarkîb (sintaksis), sharaf (morfologi), isytiqâq (derivasi) atau dilâlah (semantik)-nya.

Sungguh, alangkah meruginya orang yang enggan atau tidak mau belajar bahasa Arab.
“اللغة العربية مفتاح الإسلام”

Bahasa Arab itu kunci memahami Islam. Begitulah nasehat Syaikh Ali Hasan al-Halabi saat dauroh di Trawas terakhir.

Bagaimana seseorang bisa masuk ke dalam gudang perbendaharaan ilmu, jika ia tidak memiliki kuncinya?

 

Ditulis oleh Akhûkum Abû Salmâ

About Author

Leave a Reply